WISATA SPIRITUAL PURA PUNCAK PENULISAN

Pura Pucak Penulisan berlokasi di puncak Bukit Penulisan dengan ketinggian 1745 meter di atas permukaan laut (dpl). Dari puncak bukit, pemandangan terlihat indah ke arah utara maupun selatan Pulau Bali. Udara terasa dingin dengan hembusan angin mengenai pohon pepohonan menciptakan suara yang menyegarkan pikiran. Dalam perjalanan menuju Pura Pucak Penulisan di pagi hari, pengunjung dapat mengambil pemandangan berupa deretan 3 gunung yaitu Gunung Batur, Abang, dan Agung.

Pada masyarakat tradisional seperti penduduk di Pegunungan Kintamani, kita menjumpai tempat pemujaan yang unik. Batu dan pepohonan menjadi sarana utama dalam membuat tempat untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa, di Bali dikenal dengan sebutan Sang Hyang Tunggal atau Hyang Embang. Penduduk Bali juga membuat tempat untuk memuja roh leluhur dan menghormati kekuatan-kekutan berupa roh ataupun jiwa-jiwa yang tidak terlihat (unseen).

Pura Puncak Penulisan merupakan peninggalan prasejarah pada zaman batu besar (megalitikum). Dari temuan artefak kuno, diperkirakan Pura ini sudah dibangun sejak zaman perunggu pada 300 M dan terus berlanjut pada abad ke-10 hingga 1343 M. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari hasil kajian tim peneliti Fakultas Sastra Unud, ditemukan dua buah arca yang memuat prasasti. Arca pertama, arca dengan tinggi 92 cm dengan menggunakan mahkota dan anting yang menyerupai pilinan rambut. Pada arca ini tertulis sebuah angka tahun 933 Saka atau 1026 M. Arca kedua, arca wanita dengan tinggi 154 cm. Pada bagian belakang  ditemukan tulisan Batari Mandul dengan angka tahun 999 Saka (1077 M). Prasasti pada arca kedua tersebut ditulis dengan bahasa Kadiri Kuadarat.

Bagi masyarakat Bali, Pura Pucak Penulisan menjadi tempat suci yang khusus untuk melakukan kegiatan ruwatan (melukat). Sarana upacara (banten) yang dibawa berupa pejati, dupa, dan kelapa muda yang di Bali disebut sebagai bungkak nyuh gading. Proses melukat dipandu oleh Jro Bayan, pemimpin upacara pada masyarakat Bali Pegunungan. Setelah didoakan, bungkak nyuh gading sudah siap digunakan untuk melukat di luar Pura. Air bungkak nyuh gading dipercikkan ke bagain kepala, digunakan untuk membersihkan muka, dan diminum. Selanjutnya kembali ke areal utama Pura, tempat semula, untuk melakukan persembahyangan.

Selain penduduk lokal dan masyarakat Bali umumnya, melukat juga dapat diikuti oleh wisatawan. Kegiatan wisata relegi ini popular dengan nama blessing rituals at Megalithic site. Tempatnya yang tenang dengan hembusan angin yang menyejukkan, membuat Pura Penulisan diminati wisatawan asing. Setelah wisatawan mengikuti ritual melukat, mereka dapat mengambil gambar di sekeliling Pura.

Jadwal Perjalanan:

DURASI TOUR 10 JAM
KINTAMANI  – Pemandangan Danau dan Gunung Batur
 – Pemandangan 3 Gunug (Batur, Abang dan Agung)
 – Pura Puncak Penulisan (Penyucian tubuh dan pikiran di pagi hari)
 – Makan Siang (Tidak Termasuk)
DESA PENGLIPURAN  –  Trekking di Hutan Bambu
 – Arsitektur Rumah Tradisional Bali
YAYASAN DIFABLE  – Galeri Lukisan

Harga: Rp. 850.000/orang

Minimum booking adalah 2 orang

Harga Sudah Termasuk:
– Tiket masuk ke semua objek dan atraksi wisata sesuai dengan jadwal perjalanan
– Sarana upacara (banten pejati) untuk pelaksanaan penyucian tubuh, pikiran, dan jiwa
– Kendaraan ber-AC, bahan bakar, dan pengemudi
– Pemandu wisata yang berpengalaman
– Jasa parkir dan toll
– 1 botol air mineral (600ml)

Harga Belum Termasuk::
– Tiket pesawat, Airport tax, dan porter
– Akomodasi
– Pengeluaran pribadi