Lokasi Pura Besakih
Pura Besakih merupakan pura ibu Hindu Bali. Pura ini terletak di Desa Besakih, Kabupaten Karangasem, di bagian timur Pulau Bali. Pura ini juga terletak di lereng Gunung tertinggi di Bali, Gunung agung.
Pura Besakih Bagi Masyarakat Bali
Konstruksi dari Pura besakih dibangun dengan bertingkat (berundak). Jalan di pura Besakih berupa tangga yang naik melalui gerbang Pura menuju pelataran Pura utama yang disebut Pura Panataran Agung. Pura Penataran Agung merupakan pusat Pura yang didedikasikan sebagai tempat berstananya Tri Murti Hindu Yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Kompleks dari Pura Penataran Agung dianggap sebagai pusat dari Pura Besakih dengan 53 Pelinggih (pura kecil). Di sini terdapat “meru” (Bangunan yang menyerupai pagoda) tingkat 11 yang memiliki atap yang terbuat dari ijuk.
Di tempat terpisah (masih dalam kawasan Pura ini) terdapat 18 bangunan suci (pura) yang mengelilingi pura utama yang dimiliki oleh beberapa kasta yang berbeda. Dilihat dari nama-nama leluhur yang distanakan di Besakih, terlihat jelas adanya percampuran antara konsep Hindu keTuhanan dengan konsep masyarakat lokal dengan kepercayaannya menyembah leluhur.
Ada berbagai upacara agama/adat yang dilaksanakan di Pura besakih. Setidaknya ada 12 upacara yang dilakukan setiap 210 hari berdasarkan penanggalan kalender Bali. Setiap kompleks Pura memiliki masing-masing upacara yang didasarkan pada sistem penanggalan tersebut. Upacara yang special adalah berdasarkan penanggalan tahun saka yang dilakukan sebanyak 6 kali selama 1 tahun. Upacara ini dinamakan “Ngusaba”, yang merupakan Upacara keselamatan.
Di Beberapa Desa lain di Bali jenis upacara seperti ini dikaitkan dengan adanya panen padi. Upacara ini dinamakan dengan “Betara Turun Kabeh” yang dilaksanakan setiap tahunnya. “Betara Turun Kabeh” memiliki arti Tuhan datang semua, dan ini merupakan upacara paling besar yang diadakan setiap tahunnya. Bila sudah sepuluh tahun maka upacara ini dinamakan “ Panca Wali Krama”, dan bila telah mencapai 100 tahun, maka namanya adalah “ Eka Dasa Rudra”. Seluruh upacara tersebut dapat dilihat pada kalender Bali yang diterbitkan setiap tahunnya.