Kintamani: Gunung dan Danau Batur

Keindahan Kintamani selalu mengundang decak kagum pengunjung. Udara yang sejuk dengan temperatur 18-20oC memberikan kesejukan pikiran. Gde Prama, seorang Guru meditasi yang mengajarkan belas kasih (compassion), sering mengatakan “saat danau dipeluk oleh Gunung, apalagi gunungnya aktif, maka keindahaan akan tercipta.” Tetua Bali meyakini Gunung dan Danau Batur sebagai perlambang Lingga dan Yoni, perpaduan maskulin dan feminim.

Seorang Geolog berkebangsaan Belanda, Van Bemmelen (1949) menyebutkan bahwa Danau Batur merupakan salah satu kaldera terbesar dan terindah di Dunia. Dengan luas 16,6 Km2 dan merupakan kaldera terbesar kedua setelah Kaldera Toba di Sumatera Utara.

Kaldera pertama Gunung Batur terbentuk 29.300 tahun lalu dengan memuntahkan 84 Km3 Ignimbrit. Letusan berikutnya telah membentuk kaldera kedua 20.150 silam yang memuntahkan 19 Km3 ignimbrit. Kerucut Gunung Batur yang aktif tebentuk 5.000 tahun silam dan terus tumbuh hingga saat ini. Di puncak Gunung Batur terdapat lapangan fumarol yaitu uap dan gas yang keluar dari dalam tanah. Saat wisatawan mendaki Gunung ini, aktivitas fumarol seringkali dimanfaatkan untuk memasak telur.